Saturday, September 27, 2014

Peringatan Keras Bagi Kaum Wanita!


Judul tulisan saya kali ini bukan mengacu pada tindak kriminal atau tindak yang menyebabkan gangguan kesehatan atau semacamnya. Hanya berbagi pengalaman lucu yang terjadi saat saya berada public toilet alias kamar mandi umum. Again?? Jawabannya iya, lagi-lagi hal lucu di kamar mandi. Lalu mengapa kaum wanita saja? Bagaimana dengan kaum pria? Masalahnya saya wanita, jadi saya tidak mungkin dengan polosnya nyelonong ke toilet lawan jenis, kecuali terpaksa.

Mari kita mulai degan pengalaman pertama (dilarang berpikir jorok!). Suatu hari saya mengunjungi salah satu tempat nongkrong beken di jalan Adityawarman. Yang orang Surabaya pasti tahu betul tempat ini. Setelah berputar-putar tanpa tujuan, akhirnya saya kebelet juga. Maka saya melenggang ke toilet untuk melepas rasa kebelet tersebut.

Saat itu keadaan toilet sepi. Hanya ada petugas kebersihan yang asyik bergumul dengan kain lapnya. Pintu di bilik-bilik toilet umum kebanyakan selalu tertutup. Memaksa saya harus memelototi tanda merah-hijau di dekat pegangan pintu. Hanya saja terkadang tanda tersebut tidak valid. Kadang hijau tapi pintu tetap tidak bergeming saat kita coba membukanya, itulah negeri kita tercinta. Berbekal pengetahuan tersebut, saya biasa mencoba mendorong setiap pintu bilik satu per satu. Pokoknya kalau terbuka ya berarti empty alias kosong tidak ada penghuni.

Jadi mulailah saya beraksi. Dorongan pertama di pintu pertama di sebelah kiri, tanpa hasil, Dorongan kedua di pintu pertama di sebelah kanan, tanpa hasil. Dorongan kedua di sebelah kiri, juga nol. Padahal toilet ini sepi, sungguh aneh. Akhirnya saya sampai di pintu paling pojok di sebelah kanan. Bilik ini adalah yang paling besar, berarti dikhususkan untuk pengunjung yang berkursi roda atau memakai alat bantu lainnya. Berhubung semua pintu bilik tertutup rapat, akhirnya saya nekat mendorong pintu terakhir dan voila! It opens!

What happen next is really shocking! Saat pintu mulai terbuka saya melihat sekelebat bayangan. Oke, bukan bayangan tapi benda hidup. Bulat, kembar, tertutup kain celana setengah melorot. Oh noooo!!! Dengan gerakan secepat kilat tapi tanpa suara, saya tutup kembali pintu bilik itu dan mencari pintu lain. Syukurlah penghuni bilik sebelah keluar, dan saya pun masuk menjadi penghuni berikutnya dengan tanpa henti menghela napas dan geleng-geleng kepala. Kok ada ya orang dengan santainya “beraktifitas” di toilet umum tanpa mengunci pintu?! Yang memergoki syok, apalagi yang dipergoki. Yang lebih hebat lagi, orang tersebut tidak tahu bahwa saya baru saja mencoba memasuki area terlarangnya. Sayangnya saya tidak cukup cepat untuk melihat siapa tersangka utama pemilik “benda-benda” yang saya pergoki barusan.

Pengalaman kedua terjadi di toilet umum wanita di salah satu mal di daerah Basuki Rahmat. Waktu itu saya hendak menonton film di bioskop mal tersebut. Ritual yang biasa saya lakukan adalah toilet before movie. Berhubung film yang saya akan tonton cukup booming, maka demikian juga antrian di toilet ikutan booming. Biasalah, wanitaaaa…

Saya pun mengantri. Akhirnya saya tiba di antrian paling depan, tepat di depan pintu bilik salah satu toilet. Pintu bilik di toilet ini berbingkai kayu dengan dua kaca yang foggy, buram atau apalah istilahnya. Jadi meskipun kaca, pengunjung di luar tidak bakal bisa menerawang apa isi bilik tersebut. Tapi rupanya ada satu hal yang dilupakan oleh penghuni di dalam bilik yang sedang saya tunggu-tunggu untuk keluar. Foggy glass ini memang buram, tapi kalau kita coba menempelkan telapak tangan, orang yang berada di sisi berlawanan akan bisa melihat dengan jelas bentuk telapak tangan kita.

Hal inilah yang dilupakan cewek di dalam bilik. Kita tahu kalau tidak ada bilik yang cukup luas sehingga anda bisa “pencilakan” sesuka hati, kecuali bilik toilet untuk handicapped person yang saya ceritakan sebelumnya. Memang ruangnya sempit dan terbatas, but enough-lah kalau hanya untuk bergerak memelorot atau menaikkan celana. Jadilah cewek dalam bilik ini membelakangi pintu untuk menyiram W.C. dan menaikkan tata letak celananya . Masalahnya cewek tersebut terlalu dekaaaattt bahkan menempel di pintu. Plek!! Oh em jiiiiii… Lagi-lagi saya melihat benda ini lagi di toilet! Why meee?!

Saya cuma bisa mesam mesem kata orang Jawa, alias senyam-senyum sendiri. Entah pengunjung lain ikut melihat atraksi ini atau tidak, yang pasti ini terjadi di depan mata kepala saya. Jadi semacam acara pembuka sebelum film dimulai, haduhhh… Girls, please behave!

Itu mengapa judulnya peringatan keras bagi kaum wanita. Wahai kaum hawa, meskipun yang berada di toilet itu sesama wanita yang sama-sama punya harta benda yang sama, tetap saja menampilkan “barang-barang” milik pribadi secara sengaja maupun tidak sengaja akan membuat penonton “kelilipan”. Jadi berbekal pengalaman saya ini, harap para kaum wanita lebih berhati-hati dalam bertingkah laku di toilet. OK, girls? :)