Wednesday, September 2, 2015

Saat Rahasia Pribadi Menjadi Rahasia Umum



Hello! I'm back again. Sudah cukup lama ya sejak berita terakhir. Maklum sibuk memacul lahan demi segenggam cacing tanah dan berlian.

http://www.publicschools.org/wp-content/uploads/2012/12/private-vs-public.jpgSo here I am telling stories seputar toilet dkk again. Saya kembali dan lagi-lagi heran kenapa pengalaman lucu, aneh ataupun seru selalu berkisar di daerah “sakral” ini. Apa ada aura-aura tertentu yang menyebabkannya, atau mungkin saya saja yang punya perhatian khusus terhadap hal-hal seputar kamar mandi? Tanyalah pada rumput tetangga yang bergoyang (karena rumput di rumah saya nyaris mati kekeringan).

Menurut saya, istilah rahasia umum itu sangatlah aneh dan sangat paradoks. Namanya rahasia ya bukan hal yang bisa diketahui oleh khalayak umum. Tapi pengalaman saya ini sangat bisa dijadikan contoh nyata.

Jadi begini ceritanya, saya beberapa bulan lalu join dengan salah satu fitness club di salah satu mall di salah satu kota di salah satu propinsi di Indonesia, ribet kan? Tidak perlu dipikirkan. Di tempat gym seperti ini biasa disediakan locker room, ruang ganti, toilet bahkan sauna tersendiri bagi kaum adam dan hawa. Kebetulan hari itu saya pergi sendiri tak ada yang menemani (hiks..) untuk ikut kelas yoga. Rutinitas saya selalu minta kunci locker, masuk locker room, ganti kostum, siap beraksi.
Nah kebetulan saat saya datang ada kelas yang baru selesai, jadi banyaklah orang berjubel di locker room. Sehabis berganti kostum saya leha-leha dulu di depan locker saya menanti kelas berikutnya mulai. Lalu datanglah mbak-mbak dari arah toilet menuju ke locker tepat di sebelah saya duduk. Cerita saya berikut mungkin agak vulgar, tapi the story must go on.

Grusuk grusuk... OK first, only panties on, and the rest covered with towel held by hand. Yes, held by hand only, not wrapping the whole upper body. Jadi wanita-wanita lain yang disekitarnya pastilah dengan sangat bisa melihat her “private parts”. Me, of course, cuma bisa duduk terganga. What’s just happened? Saat dinamakan private parts alias bagian pribadi, ya must stay private, bukan untuk public. Tapi berhubung kelas akan segera dimulai, saya cut kebengongan saya dengan segera beranjak dari locker room.

One hour later... I’m back to locker room. Saatnya mandi dan lagi-lagi another view. Kali ini ada mbak yang berbeda duduk dengan manis di dekat locker saya (note: head covered by towel, whole body covered too. No problem detected, yet!).

“Permisi,” begitu saya ucapkan kepada mbak tersebut karena terbatasnya ruang gerak saya dan membuat si mbak harus bergeser. Mbak tersebut berdiri, mengeluarkan handphone and yes, selfie time! And I was like, what?! I mean, selfie berbalut handuk?? Lalu si mbak membuka handuk di kepala, goyang-goyang kepala dikit, duduk lagi and another click click... Mungkin saya yang terlalu ndeso atau kampungan, atau kepo, whatever lah, tapi ini bikin saya bengong terus senyum-senyum sendiri dan geleng-geleng kepala. Sambil mengantri kamar mandi, saya berpikir, tujuan orang selfie jaman sekarang kan biar bisa upload ke sosmed, biar dunia luar tahu. Lha kalau yang diupload foto macam begitu, gimana tanggapan dunia? Mana cuma berbalut handuk dengan belahan dada yang mencuat ke permukaan. Tidak tahu lagi kalau hanya sekedar melengkapi koleksi pribadi.

Banyak orang yang mungkin tidak peduli dan tidak risih melakukan hal-hal tersebut, tapi however ini masih tempat umum. My comment? Ya sutrahlahh, biarin aja, apa mau dikata. Anjing menggonggong khafilah berlalu, dalam hal ini kayaknya saya yang menggonggong, mereka yang berlalu. Good newsnya, saya jadi punya bahan cerita ^o^
I’ll be writing another “incident”. Stay tune :)

No comments:

Post a Comment