Pengalaman
lucu lain, terjadi di malam yang sama saat saya bertemu dengan cewek “bermuka
dua” yang saya ceritakan sebelumnya. Karena hari mulai pagi, saya kurang ingat
jam berapa, kami pun memutuskan untuk pulang. Banyak diantara para clubbers
lain juga melakukan yang sama.
Pub yang
kami datangi ini harus melewati sebuah lorong sebelum kita bisa mencapai pintu
masuk. Jadi kami pun harus melewati lorong yang sama saat kembali pulang.
Karena lorong itu tidak terlalu lebar, kami pun berjalan beriring-iringan. Di
tengah-tengah, sepatu saya hampir lepas. Jadi saya berhenti sejenak dengan satu
tangan berpegangan pada dinding dan tangan yang lain membetulkan posisi sepatu.
Saya
mendengar ada serombongan orang yang keluar. Mereka pun berjalan melewati saya.
Tapi tiba-tiba plok! Ada sebuah
tangan mendarat di pundak saya. Saya yang kaget langsung menoleh. Saya melihat
seorang cowok yang seumuran dengan wajah merah dan tersenyum lalu dia menyapa,
“Haiiiii...” Sementara saya bingung melihat orang yang tidak saya kenal, salah
satu teman cowok itu dengan segera menggandeng cowok itu pergi sambil meminta
maaf. Oh mabuk to rupanya.
Sementara
di waktu lain, saya juga pernah disapa orang-orang teler. Saat itu saya bersama
dua teman wanita saya berjalan ke kamar kecil. Malam makin larut, alkohol yang
masuk makin banyak membuat “pergi ke toilet” semakin wajib. Di tengah-tengah perjalanan tahu-tahu seorang
cowok yang nggak jelas dari mana, menarik tangan saya. Dia langsung bertanya,
“Are you a Thai?” Di pub yang kami kunjungi malam itu memang terkenal dengan
sexy dancers-nya yang berasal dari Negeri Gajah Putih alias Thailand. Saya
sontak menjawab, “Nope!” Lalu saya melenggang pergi. Mungkin cowok itu sedang
mengincar cewek-cewek Thailand. Cuma berhubung mabuk, lantas tidak bisa
membedakan atau memang niat asal tarik.
Pengalaman
lain, saat saya berkunjung ke Singapura. Saya bersama adik saya dan dua teman
saya yang berasal dari Singapura pergi mengunjungi salah satu pub di daerah
Clarke Quay. Karena malas mendengar musik yang berisik, kami memutuskan untuk
mengambil meja outdoor yang lebih nyaman. Kebutuhan yang sama memaksa saya ke
toilet. Kali ini bukan karena banyaknya minuman keras yang masuk tapi karena
setelah berjalan-jalan dari sore, saya memang sudah kebelet buang air.
Salah satu
teman saya memutuskan untuk menemani saya ke kamar kecil. Teman saya pun menuju
ke toilet khusus pria dan saya menuju ke arah sebaliknya. Setelah menyelesaikan
“bisnis yang tertunda” saya pun berjalan keluar. Kamar kecil tersebut terletak
di lantai dua. Saat saya baru keluar dari kamar kecil, saya melihat seorang
bule cowok yang sedang menaiki tangga.
Dengan muka
merah tiba-tiba bule itu berjalan menghampiri saya. “Hey are you wprkmthfdgsvc
bla bla bla...?” Karena saya malas berurusan dengan orang tersebut dan terus
terang saya sama sekali tidak mengerti apa yang dia bicarakan, saya hanya
menjawab pendek, “Nope.” Lalu saya turun ke lantai satu. Dalam hati saya
berpikir mungkin bule itu bingung karena jawaban yang saya berikan nggak
nyambung dengan pertanyaannya.
Yang saya
baru sadari, insiden-insiden lucu ini semua terjadi dalam perjalanan saya ke
atau dari kamar kecil. Mulai dari cewek bermuka dua, disapa cowok tak dikenal,
yang dikira Thai dan pertanyaan bahasa alien dari bule, semuanya terjadi
gara-gara perjalanan toilet saya selama clubbing ckckck... Kutukan toilet!
No comments:
Post a Comment