Friday, June 14, 2013

Uniknya Dugemers – pt. 2



Pengalaman lucu lain, terjadi di malam yang sama saat saya bertemu dengan cewek “bermuka dua” yang saya ceritakan sebelumnya. Karena hari mulai pagi, saya kurang ingat jam berapa, kami pun memutuskan untuk pulang. Banyak diantara para clubbers lain juga melakukan yang sama.

Pub yang kami datangi ini harus melewati sebuah lorong sebelum kita bisa mencapai pintu masuk. Jadi kami pun harus melewati lorong yang sama saat kembali pulang. Karena lorong itu tidak terlalu lebar, kami pun berjalan beriring-iringan. Di tengah-tengah, sepatu saya hampir lepas. Jadi saya berhenti sejenak dengan satu tangan berpegangan pada dinding dan tangan yang lain membetulkan posisi sepatu.

Saya mendengar ada serombongan orang yang keluar. Mereka pun berjalan melewati saya. Tapi tiba-tiba plok! Ada sebuah tangan mendarat di pundak saya. Saya yang kaget langsung menoleh. Saya melihat seorang cowok yang seumuran dengan wajah merah dan tersenyum lalu dia menyapa, “Haiiiii...” Sementara saya bingung melihat orang yang tidak saya kenal, salah satu teman cowok itu dengan segera menggandeng cowok itu pergi sambil meminta maaf. Oh mabuk to rupanya.

Sementara di waktu lain, saya juga pernah disapa orang-orang teler. Saat itu saya bersama dua teman wanita saya berjalan ke kamar kecil. Malam makin larut, alkohol yang masuk makin banyak membuat “pergi ke toilet” semakin wajib. Di tengah-tengah perjalanan tahu-tahu seorang cowok yang nggak jelas dari mana, menarik tangan saya. Dia langsung bertanya, “Are you a Thai?” Di pub yang kami kunjungi malam itu memang terkenal dengan sexy dancers-nya yang berasal dari Negeri Gajah Putih alias Thailand. Saya sontak menjawab, “Nope!” Lalu saya melenggang pergi. Mungkin cowok itu sedang mengincar cewek-cewek Thailand. Cuma berhubung mabuk, lantas tidak bisa membedakan atau memang niat asal tarik.

Pengalaman lain, saat saya berkunjung ke Singapura. Saya bersama adik saya dan dua teman saya yang berasal dari Singapura pergi mengunjungi salah satu pub di daerah Clarke Quay. Karena malas mendengar musik yang berisik, kami memutuskan untuk mengambil meja outdoor yang lebih nyaman. Kebutuhan yang sama memaksa saya ke toilet. Kali ini bukan karena banyaknya minuman keras yang masuk tapi karena setelah berjalan-jalan dari sore, saya memang sudah kebelet buang air.

Salah satu teman saya memutuskan untuk menemani saya ke kamar kecil. Teman saya pun menuju ke toilet khusus pria dan saya menuju ke arah sebaliknya. Setelah menyelesaikan “bisnis yang tertunda” saya pun berjalan keluar. Kamar kecil tersebut terletak di lantai dua. Saat saya baru keluar dari kamar kecil, saya melihat seorang bule cowok yang sedang menaiki tangga.

Dengan muka merah tiba-tiba bule itu berjalan menghampiri saya. “Hey are you wprkmthfdgsvc bla bla bla...?” Karena saya malas berurusan dengan orang tersebut dan terus terang saya sama sekali tidak mengerti apa yang dia bicarakan, saya hanya menjawab pendek, “Nope.” Lalu saya turun ke lantai satu. Dalam hati saya berpikir mungkin bule itu bingung karena jawaban yang saya berikan nggak nyambung dengan pertanyaannya.

Yang saya baru sadari, insiden-insiden lucu ini semua terjadi dalam perjalanan saya ke atau dari kamar kecil. Mulai dari cewek bermuka dua, disapa cowok tak dikenal, yang dikira Thai dan pertanyaan bahasa alien dari bule, semuanya terjadi gara-gara perjalanan toilet saya selama clubbing ckckck... Kutukan toilet!

No comments:

Post a Comment